Buka-bukaan Bek Asing PSIS Semarang, Mengenai Potensi Pilar Indonesia dan Penyerang yang Ditakuti

Ababydirectory.com - Wallace Costa terhitung belum lama berkiprah di ajang Liga 1. Persela Lamongan menjadi tim perdana yang diperkuatnya pada ajang kasta teratas Indonesia musim 2018.

Bareng klub asal Kota Soto itu, namanya langsung mencuat usai bermain dalam 30 duel dengan mengumpulkan 4 brace. Berkat aksinya itu, manajemen PSIS Semarang mengajukan masa kerja kepadanya menyongsong musim 2019.

Punggawa asal Brasil ini pun berseragam Mahesa Jenar hingga saat ini, sang pemain pun merenda asa ingin menyudahi kariernya sebagai punggawa di klub asal Kota Lumpia tersebut.

"Itu dengan catatan kalau kontrak saya masih diperpanjang. Kalau tidak, saya akan mencari klub lain. Meski usia saya sudah 35 tahun, saya merasa masih bisa bersaing di kompetisi kasta tertinggi Indonesia," ungkap Wallace Costa dalam channel youtube Tiento Indonesia.

Meskipun baru tiga tahun di Indonesia, bek berusia 35 tahun ini sudah menyimpan penilaian tersendiri kepada ajang dan punggawa Tanah Air. Dimata sang pilar, ajang Indonesia memiliki potensi menjadi liga top di Asia lantaran punya atmosfer baik serta pendukung tim yang fanatik.

"Kompetisi Indonesia hanya butuh penataan organisasi. Baik operator atau federasi. Memang tak mudah. Tapi, saya yakin kalau ada komitmen yang kuat, pelan tapi pasti, sepak bola Indonesia akan berkembang," tegas Wallace Costa.

Baca Juga: Pendukung Persib Bandung Menyebutkan Keputusan Klubnya Melepas Dua Pilar Asingnya Tepat.

Pantasnya seorang bek tengah, punggawa berpostur tinggi 186cm ini pula mengaku sering dipaksa bekerja keras untuk mematikan penyerang klub musuh.

Ia pun menyebutkan satu nama yang paling ditakutinya yaitu Marko Simic, striker tumpuan Persija Jakarta yang pula mencetak gol terbanyak kompetisi Liga 1 2019.

"Marko Simic adalah striker dengan kemampuan lengkap," tutur Wallace Costa.

Kelebihan pemain asal Kroasia itu yang menonjol adalah ketajamannya dalam mencari tempat kosong sebelum memanfaatkan kesempatan yang diperolehnya.

"Ia juga kuat dalam duel. Baik bola atas mau pun bawah. Setiap bertemu dengannya, saya selalu berusaha waspada dan hati-hati. Tapi, tak masalah, kami tetap bersikap profesional di lapangan," kata Wallace Costa.

Pada peluang sama, eks pemain Persela Lamongan itu pula berkeinginan ajang Indonesia kembali berjalan normal dengan datangnya pendukung di stadion untuk mendukung klub kebanggaannya berlaga.

"Sebagai pemain, dukungan suporter sangat berarti buat saya. Motivasi saya selalu terjaga bila mendengar teriakan dan yel-yel suporter," pungkas Wallace Costa.

Jika ajang berjalan baik, bek bernomor punggung 4 di PSIS Semarang ini percaya dampaknya bakal positif buat tim nasional Indonesia. Lantaran dimatanya, Indonesia punya banyak punggawa yang mempunyai potensi dengan skill baik dan motivasi tinggi.

Leave a reply "Buka-bukaan Bek Asing PSIS Semarang, Mengenai Potensi Pilar Indonesia dan Penyerang yang Ditakuti"

Author: 
    author